Admin
Senin, 08 Agustus 2022
88 Dibaca


image1

Penyakit Mulut dan Kuku juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) penyakit ini disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Apthaee epizootecae. Penyakit ini menyerang hewan ternak mulai dari sapi, kerbau,domba serta kambing . Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat  dan mampu  melampaui batas negara serta dapat menimbulkan kerugian yang sangat tinggi,  kerugian ekonomi berupa kemantian ternak, tingginya angka kesakitan, adanya hambatan perdagangan serta gangguan terhadap aspek sosial  budaya dan keresahan masyarakat

Penularan Penyakit Mulut dan Kuku

Virus ini ditularkan ke hewan melalui beberapa cara diantaranya:

  1. Kontak langsung (antara hewan yang tetular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit)
  2. Sisa makanan/sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular.
  3. Kontak langsung melalui vektor hidup yakni terbawa oleh manusia.

Manusia bisa membawa virus ini melalui sepatu, tangan, tenggorokan atau pakaian yang terkontaminasi.

  1. Kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll)
  2. Tersebar melalui udara, angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut)

Gejala klinis Penyakit  Mulut dan Kuku

1. Terdapat demam (pyrexia) hingga suhu tubuh mencapai  41°C

2. Mengalami anorexia (tidak ada nafsu makan)

3. Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari

4. Keluar air liur berlebihan (hipersalivasi)

5. Air liur terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang

6. Pembengkakan kelenjer submandibular

7. Luka pada kuku dan kukunya bisa terlepas

 

Masa inkubasi dari penyakit 1-14 hari sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit,  virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu serta produk susu. Angka kesakitan  bisa mencapai 100% dan angka kematian tinggi  pada hewan muda dan pedet. Tingkat penularan Penyakit Mulut dan Kuku cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5 %. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 513/KPTS/PK.300/M/07/2002 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 Tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Food And Mouth Disease) Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten yang telah di tetapkan sebagai daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku. Kasus Penyakit Mulut dan Kuku pertama kali muncul di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah di Nagari Taram  Kecamatan Harau pada tanggal 20 Mei 2022.

 

Tindakan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku

  1. Melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi  (sosialisasi) kepada Babinkantibmas, Perangkat Nagari dan Jorong, kelompok ternak serta kepada masyarakat.
  2.  Melakukan pengobatan pada ternak yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku, dengan pemberian antipiretik dan vitamin sedangkan  antibiotik yang diberikan hanya dapat mematikan bakteri sekunder dan tidak dapat untuk mematikan virus. Disamping itu virus PMK ini akan tetap menetap dalam tubuh hewan dalam waktu yang lama.
  3. Melakukan desinfeksi/penyemprotan dengan desinfektan
    Desinfeksi dilaksanakan secara masal pada daerah yang kasus penyakitnya tinggi yaitu Nagari Sungai Kamuyang, Sariak Laweh dan Sungai balantiak yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kepada masing-masing peternak juga diberi bantuan desinfektan agar peternak dapat melakukan penyemprotan lingkungan disekitar kandang setiap hari.
  4. Melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku
    Pelaksanaan vaksinasi dilakukan pada ternak yang sehat di 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Guguk, Harau, Lareh Sago Halaban, Luak dan Bukit Barisan.

 

Oleh : drh. Efliana (Medik Veteriner Ahli Madya)

Galeri Video



Agenda

Download

Polling

Bagaimana pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan?
Puas
Kurang Puas

LIHAT

Statistik


Banner


Saran Masuk



Sampaikan Saran Anda