Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat, *Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lima Puluh Kota* secara aktif berpartisipasi dalam penyediaan komoditas pangan asal hewan dengan harga terjangkau pada Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada *Kamis, 3 September 2026* di Pasar Nagari Koto Tinggi.
Dalam aksi tersebut, Disnakkeswan menyalurkan komoditas unggulan berupa *telur dan daging ayam yang dijual relatif lebih murah* dibandingkan dengan harga eceran tertinggi di pasar konvensional. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam mengantisipasi fluktuasi harga sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap sumber protein hewani.
Kepala Disnakkeswan Kabupaten Lima Puluh Kota menyatakan bahwa komoditas yang dipasarkan didatangkan langsung dari kemitraan peternak lokal. Hal ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga jual di tingkat konsumen dapat ditekan secara signifikan tanpa merugikan pihak peternak.
Selain aspek harga yang ekonomis, Disnakkeswan juga menjamin bahwa seluruh produk daging ayam dan telur yang disediakan telah melalui proses pengawasan ketat. Produk dipastikan memenuhi kriteria *Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)* sehingga layak dan bermutu tinggi untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Disnakkeswan Kabupaten Lima Puluh Kota berharap dapat memberikan dampak terhadap pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjaga perekonomian daerah tetap kondusif. Pemantauan harga pasar akan terus dilakukan secara berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di masa mendatang.