LIMA PULUH KOTA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Berbudidaya Ayam Lokal yang Baik bagi 61 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi pada Kamis, 30 Juli 2026. Program yang ditujukan bagi warga kategori kemiskinan ekstrem Desil 1 ini berlokasi di Aula Gedung Monumen Nasional Bela Negara (PDRI), Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terdampak bencana alam tahun 2025.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa upaya pemulihan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif habis pakai. Kebijakan strategis kini harus bergeser pada pemberian bantuan yang sifatnya produktif, yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan bagi keluarga. Oleh karena itu, diluncurkanlah program bantuan sosial paket beternak ayam lokal ini dalam bentuk modal usaha sekaligus amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh para penerima manfaat.
Melalui program ini, Pemerintah Daerah ingin mendorong agar setiap keluarga memiliki sumber penghasilan tambahan yang mandiri, yang dapat dikelola langsung dari pekarangan rumah mereka sendiri. Pemilihan komoditas ayam lokal dinilai sangat tepat karena jenis unggas ini memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap lingkungan dan penyakit, serta memiliki pangsa pasar yang sangat luas di tengah masyarakat. Dengan segala keunggulan tersebut, potensi budidaya ini dinilai sangat besar untuk mengubah roda perekonomian keluarga penerima menjadi lebih stabil dan mandiri.
Untuk memastikan kesuksesan peternak, setiap KK menerima bantuan yang terdiri atas 22 ekor ayam lokal (4 ekor jantan dan 18 ekor betina), 1 unit kandang ayam, serta 4 karung pakan berkualitas. Namun, modal fisik tersebut tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan ilmu pengetahuan yang benar. Melalui bimtek ini, para peserta dibekali keahlian teknis mengenai manajemen pemeliharaan yang tepat, standar kebersihan kandang, hingga langkah-langkah efektif dalam pencegahan penyakit unggas.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat dalam mengelola sektor peternakan secara optimal dan berkelanjutan. Sinergi antara penyaluran modal usaha dan transfer ilmu ini ditargetkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui penyediaan sumber protein bergizi serta mendongkrak kesejahteraan ekonomi mereka. Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong program pemberdayaan berbasis peternakan ini sebagai pilar utama pemulihan pascabencana yang berdampak jangka panjang.