Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota mengajak masyarakat untuk turut membantu peternak puyuh lokal dengan meningkatkan konsumsi telur puyuh. Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas kondisi peternak yang saat ini tengah menghadapi tekanan akibat turunnya harga jual telur secara signifikan.
Dalam beberapa waktu terakhir, produksi telur puyuh mengalami peningkatan yang cukup tajam. Namun, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan serapan pasar yang memadai, sehingga menyebabkan harga telur puyuh anjlok hingga berada jauh di bawah biaya produksi. Akibatnya, ribuan butir telur tidak terjual setiap harinya, sementara peternak tetap harus menanggung biaya pakan dan operasional.
“Kondisi ini tentu sangat memberatkan peternak. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai membantu dari hal sederhana, yakni membeli dan mengonsumsi telur puyuh lokal,” demikian imbauan Dinas.
Selain membantu perekonomian peternak, telur puyuh juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Dalam lima butir telur puyuh terkandung protein yang setara dengan satu butir telur ayam ras. Telur puyuh juga kaya akan vitamin B12, zat besi, dan selenium yang penting untuk kesehatan tubuh.
Dari sisi harga, telur puyuh tergolong sangat terjangkau, yakni sekitar Rp20.000 per lapiak, sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang ekonomis bagi keluarga.
Dinas juga mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah telur puyuh menjadi berbagai hidangan lezat, seperti sambal lado tanak, kroket kentang isi telur puyuh, tahu fantasi, hingga sop telur puyuh.
Melalui gerakan ini, diharapkan terjadi peningkatan permintaan pasar yang dapat membantu menstabilkan harga serta menjaga keberlangsungan usaha peternak puyuh di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dinas menegaskan bahwa dukungan masyarakat sangat berarti dalam menjaga ketahanan ekonomi peternak sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah.
Feedback